Selasa, 30 Juni 2009

The Miracle of Enzyme


The Miracle of Enzyme oleh Prof Hiromi Shinya

Referensi Buku “The Miracle Of Enzyme” Buku yg sangat di anjurkan utk di baca, banyak manfaat dan informasi penting yang bisa kita peroleh dari buku ini. Tersedia di Gramedia dgn TOP Record 2 Juta Copy Terjual (Best Seller)

Tidak ada makhluk di dunia ini yang ketika sudah dewasa masih minum susu kecuali manusia. Lihatlah sapi, kambing, kerbau, atau apa pun: begitu sudah tidak anak-anak lagi tidak akan minum susu. Mengapa manusia seperti menyalahi perilaku yang alami seperti itu?

”Itu gara-gara pabrik susu yang terus mengiklankan produknya,” ujar Prof Dr Hiromi Shinya, penulis buku yang sangat laris: The Miracle of Enzyme (Keajaiban Enzim) yang sudah terbit dalam bahasa Indonesia dengan judul yang sama. Padahal, katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia. Manusia seharusnya hanya minum susu manusia. Sebagaimana anak sapi yang juga hanya minum susu sapi. Mana ada anak sapi minum susu manusia, katanya.

Mengapa susu paling jelek untuk manusia? Bahkan, katanya, bisa menjadi penyebab osteoporosis? Jawabnya: karena susu itu benda cair sehingga ketika masuk mulut langsung mengalir ke kerongkongan. Tidak sempat berinteraksi dengan enzim yang diproduksi mulut kita.

Akibat tidak bercampur enzim, tugas usus semakin berat.

Begitu sampai di usus, susu tersebut langsung menggumpal dan sulit sekali dicerna. Untuk bisa mencernanya, tubuh terpaksa mengeluarkan cadangan ”enzim induk” yang seharusnya lebih baik dihemat. Enzim induk itu mestinya untuk pertumbuhan tubuh, termasuk pertumbuhan tulang. Namun, karena enzim induk terlalu banyak dipakai untuk membantu mencerna susu, peminum susu akan lebih mudah terkena osteoporosis. “….kadar kalsium dalam darah manusia biasanya terpatok pada 9-10 mg. Namun, saat minum susu, konsetrasi kalsium dalam darah anda tiba-tiba meningkat. Walaupun sepintas hal ini mungkin terlihat seperti banyaknya kalsium telah terserap,namun peningkatan jumlah kalsium dalam darah ini memiliki sisi buruk. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah tiba-… Read Moretiba meningkat, tubuh berusaha untuk mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal kembali dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Dengan kata lain, jika anda mencoba untuk minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara penghasil susu ter besar - AMERIKA, SWEDIA, DENMARK & FINLANDIA - di negara yang banyak sekali mengkonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis…..”

Profesor Hiromi tentu tidak hanya mencari sensasi. Dia ahli usus terkemuka di dunia. Dialah dokter pertama di dunia yang melakukan operasi polip dan tumor di usus tanpa harus membedah perut. Dia kini sudah berumur 70 tahun. Berarti dia sudah sangat berpengalaman menjalani praktik kedokteran. Dia sudah memeriksa keadaan usus bagian dalam lebih dari 300.000 manusia Amerika dan Jepang. Dia memang orang Amerika kelahiran Jepang yang selama kariernya sebagai dokter terus mondar-mandir di antara dua negara itu.
Setiap memeriksa usus pasiennya, Prof Hiromi sekalian melakukan penelitian. Yakni, untuk mengetahui kaitan wujud dalamnya usus dengan kebiasaan makan dan minum pasiennya. Dia menjadi hafal pasien yang ususnya berantakan pasti yang makan atau minumnya tidak bermutu. Dan, yang dia sebut tidak bermutu itu antara lain susu dan daging.

Dia melihat alangkah mengerikannya bentuk usus orang yang biasa makan makanan/minuman yang ”jelek”: benjol-benjol, luka-luka, bisul-bisul, bercak-bercak hitam, dan menyempit di sana-sini seperti diikat dengan karet gelang. Jelek di situ berarti tidak memenuhi syarat yang diinginkan usus. Sedangkan usus orang yang makanannya sehat/baik, digambarkannya sangat bagus, bintik-bintik rata, kemerahan, dan segar.

Karena tugas usus adalah menyerap makanan, tugas itu tidak bisa dia lakukan kalau makanan yang masuk tidak memenuhi syarat si usus. Bukan saja ususnya kecapean, juga sari makanan yang diserap pun tidak banyak. Akibatnya, pertumbuhan sel-sel tubuh kurang baik, daya tahan tubuh sangat jelek, sel radikal bebas bermunculan, penyakit timbul, dan kulit cepat menua. Bahkan, makanan yang tidak berserat seperti daging, bisa menyisakan kotoran yang menempel di dinding usus: menjadi tinja stagnan yang kemudian membusuk dan menimbulkan penyakit lagi.

Karena itu, Prof Hiromi tidak merekomendasikan daging sebagai makanan. Dia hanya menganjurkan makan daging itu cukup 15% dari seluruh makanan yang masuk ke perut.

Dia mengambil contoh yang sangat menarik, meski di bagian ini saya rasa, keilmiahannya kurang bisa dipertanggungjawabk an. Misalnya, dia minta kita menyadari berapakah jumlah gigi taring kita, yang tugasnya mengoyak-ngoyak makanan seperti daging: hanya 15 persen dari seluruh gigi kita. Itu berarti bahwa alam hanya menyediakan infrastruktur untuk makan daging 15 persen dari seluruh makanan yang kita perlukan.

Dia juga menyebut contoh harimau yang hanya makan daging. Larinya memang kencang, tapi hanya untuk menit-menit awal. Ketika diajak ”lomba lari” oleh mangsanya, harimau akan cepat kehabisan tenaga. Berbeda dengan kuda yang tidak makan daging. Ketahanan larinya lebih hebat.

Di samping pemilihan makanan, Prof Hiromi mempersoalkan cara makan. Makanan itu, katanya, harus dikunyah minimal 30 kali.. Bahkan, untuk makanan yang agak keras harus sampai 70 kali. Bukan saja bisa lebih lembut, yang lebih penting agar di mulut makanan bisa bercampur dengan enzim secara sempurna. Demikian juga kebiasaan minum setelah makan bukanlah kebiasaan yang baik. Minum itu, tulisnya, sebaiknya setengah jam sebelum makan. Agar air sudah sempat diserap usus lebih dulu.

Bagaimana kalau makanannya seret masuk tenggorokan?

Nah, ini dia, ketahuan. Berarti mengunyahnya kurang dari 30 kali! Dia juga menganjurkan agar setelah makan sebaiknya jangan tidur sebelum empat atau lima jam kemudian. Tidur itu, tulisnya, harus dalam keadaan perut kosong. Kalau semua teorinya diterapkan, orang bukan saja lebih sehat, tapi juga panjang umur, awet muda, dan tidak akan gembrot.

Yang paling mendasar dari teorinya adalah: setiap tubuh manusia sudah diberi ”modal” oleh alam bernama enzim-induk dalam jumlah tertentu yang tersimpan di dalam ”lumbung enzim-induk”. Enzim-induk ini setiap hari dikeluarkan dari ”lumbung”-nya untuk diubah menjadi berbagai macam enzim sesuai keperluan hari itu. Semakin jelek kualitas makanan yang masuk ke perut, semakin boros menguras lumbung enzim-induk. Mati, menurut dia, adalah habisnya enzim di lumbung masing-masing.

Maka untuk bisa berumur panjang, awet muda, tidak pernah sakit, dan langsing haruslah menghemat enzim-induk itu. Bahkan, kalau bisa ditambah dengan cara selalu makan makanan segar. Ada yang menarik dalam hal makanan segar ini. Semua makanan (mentah maupun yang sudah dimasak) yang sudah lama terkena udara akan mengalami oksidasi. Dia memberi contoh besi yang kalau lama dibiarkan di udara terbuka mengalami karatan. Bahan makanan pun demikian.

Apalagi kalau makanan itu digoreng dengan minyak. Minyaknya sendiri sudah persoalan, apalagi kalau minyak itu sudah teroksidasi. Karena itu, kalau makan makanan yang digoreng saja sudah kurang baik, akan lebih parah kalau makanan itu sudah lama dibiarkan di udara terbuka. Minyak yang oksidasi, katanya, sangat bahaya bagi usus. Maksudnya, mengolah makanan seperti itu memerlukan enzim yang banyak.

Apa saja makanan yang direkomendasikan? Sayur, biji-bijian, dan buah. Jangan terlalu banyak makan makanan yang berprotein. Protein yang melebihi keperluan tubuh ternyata tidak bisa disimpan. Protein itu harus dibuang. Membuangnya pun memerlukan kekuatan yang ujung-ujungnya juga berasal dari lumbung enzim. Untuk apa makan berlebih kalau untuk mengolah makanan itu harus menguras enzim dan untuk membuang kelebihannya juga harus menguras lumbung enzim.

Prof Hiromi sendiri secara konsekuen menjalani prinsip hidup seperti itu dengan sungguh-sungguh. Hasilnya, umurnya sudah 70 tahun, tapi belum pernah sakit. Penampilannya seperti 15 tahun lebih muda. Tentu sesekali dia juga makan makanan yang di luar itu. Sebab, sesekali saja tidak apa-apa. Menurunnya kualitas usus terjadi karena makanan ”jelek” itu masuk ke dalamnya secara terus-menerus atau terlalu sering.

Terhadap pasiennya, Prof Hiromi juga menerapkan ”pengobatan” seperti itu. Pasien-pasien penyakit usus, termasuk kanker usus, banyak dia selesaikan dengan ”pengobatan” alamiah tersebut. Pasiennya yang sudah gawat dia minta mengikuti cara hidup sehat seperti itu dan hasilnya sangat memuaskan. Dokter, katanya, banyak melihat pasien hanya dari satu sisi di bidang sakitnya itu. Jarang dokter yang mau melihatnya melalui sistem tubuh secara keseluruhan. Dokter jantung hanya fokus ke jantung. Padahal, penyebab pokoknya bisa jadi justru di usus. Demikian juga dokter-dokter spesialis lain. Pendidikan dokter spesialislah yang menghancurkan ilmu kedokteran yang sesungguhnya.

Saya mencoba mengikuti saran buku ini sebulan terakhir ini. Tapi, baru bisa 50 persennya. Entah, persentase itu akan bisa naik atau justru turun lagi sebulan ke depan.

Yang menggembirakan dari buku Prof Hiromi ini adalah: orang itu harus makan makanan yang enak. Dengan makan enak, hatinya senang. Kalau hatinya sudah senang dan pikirannya gembira, terjadilah mekanisme dalam tubuh yang bisa membuat enzim-induk bertambah.

Article lain mengenai Dr. Hiromi Shinya dalam bukunya The Miracle of Enzym

Tadi pagi saya melihat acara di TV membahas penyakit tumor otak yang diderita Gugun Gondrong. Dari bincang-bincang tersebut salah seorang sahabat Gugun Gondrong mengungkapkan bahwa selama ini Gugun Gondrong tidak pernah mengeluh tentang penyakit kecuali sakit maag yang tidak lain adalah penyakit lambung. Selain itu, salah satu narasumber yang hadir pada acara tersebut menyatakan bahwa faktor makanan tidak ada kaitannya dengan kejadian tumor otak tersebut. Kalau saya mendengar pernyataan ini 1 minggu yang lalu mungkin saya tidak terlalu tertarik untuk mengomentarinya. Tapi karena saya baru saja menyelesaikan membaca buku The Mircle of Enzym-nya Hiromi Shinya, saya jadi tergelitik untuk memberi komentar. Bukan masalah Gugun Gondrong yang akan saya bahas (kalau musibah tersebut saya ikut berdoa semoga Allah segera memberi kesembuhan dan ia dapat sehat serta beraktifitas seperti sediakala) melainkan pernyataan makanan , sakit maag dan tumor otak yang menarik perhatian saya.

Dalam buku tersebut dikatakan bahwa makanan dan keadaan saluran pencernaan (antara lain lambung dan usus) berhubungan dengan timbulnya tumor entah jinak atau ganas, dan lebih jauh lagi dapat berhubungan dengan semua penyakit baik yang sudah muncul mau pun yang masih dorman (belum muncul).. Bagaimana hal tersebut dapat diterangkan?



Hiromi memaparkan bahwa seluruh tubuh dan funginya yang tak terhitung banyaknya dapat dipahami dengan sebuah kata kunci yaitu enzim. Makhluk hidup, entah manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun tak akan dapat bertahan tanpa adanya enzim. Lebih dari 5000 jenis enzim vital diciptakan dalam sel-sel tubuh kita dan kita juga memproduksi enzim dengan menggunakan enzim yang terdapat di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari. Bila kita kekurangan enzim tertentu atau yang lebih parah kehabisan enzim tertentu maka timbullah penyakit.

Sehingga secara umum, bila ingin menjaga kesehatan agar tidak terkena penyakit maka kita perlu memperhatikan apa, kapan dan bagaimana makanan dan minuman kita. Dan karena makanan dan minuman dapat ‘digunakan’ oleh sel-sel tubuh kita setelah melewati organ pencernaan, maka penting sekali menjaga agar lambung dan usus kita selalu sehat (dari pengalamannya sebagai ahli endoskopi gastrointestinal, ia memperlajari bahwa bila sistem pencernaan seseorang besih maka orang tersebut dapat melawan penyakit jenis apa pun dengan mudah, sebaliknya bila sistem pencernaan seseorang tidak bersih orang tersebut rentan menderita suatu penyakit)

Untuk singkatnya ada beberapa faktor yang harus dilakukan (atau dihindari) untuk menjaga agar karakteristik lambung dan usus tetap baik yang oleh Dr. Shinya disebut 7 kunci untuk hidup sehat :

1. Menu makanan yang baik, yaitu terdiri dari :

1. 85-90% makanan nabati berupa biji-bijian, sayuran dan buah-buahan (yang paling baik adalah yang ditanam secara organik, karena bahan kimia hanya memboroskan ‘energi dan

enzim’ yang sebenarnya bisa dipakai untuk keperluan lain tubuh kita ).

2. Sekitar 10-15% berupa protein, sumber paling baik adalah ikan kecil (karena ikan besar mengandung merkuri) dan konsumsi daging sapi atau domba harus dibatasi atau dihindari.

3. Makanan dan bahan yang harus dihindari/dibatasi : teh hijau jepang, teh cina, kopi, makanan yang manis dan gula, nikotin, alkohol, cokelat, lemak dan minyak, garam meja biasa

(gunakan garam laut yang mengandung mineral)

4. Cara makan yang baik adalah berhenti makan 4-5 jam sebelum tidur, mengunyah setiap suap 30-50 kali, makan buah atau minum jus 30-60 menit sebelum waktu makan dan

konsumsilah lebih banyak makanan mentah atau dikukus sebentar ( menggoreng sangat tidak dianjurkan),



2. Mengkonsumsi air yang baik yaitu air yang memiliki kekuatan reduksi yang besar, yang belum terpolusi oleh zat-zat kimia.

a. Orang dewasa sebaiknya minum 6-10 gelas setiap hari

b. Minum 1-3 gelas air setelah bangun tidur pagi hari

c. Minum 2-3 gelas air sekitar 1 jam sebelum setiap waktu makan

3. Pembuangan yang teratur (jangan gunakan obat pencahar)

4. Olah raga secukupnya (olah raga berlebihan justru akan menghasilkan sejumlah radikal bebas yang besar)

5. Istirahat yang cukup

a. Pergi tidur pada waktu yang sama setiap malam dan dapatkan tidur 6-8 jam tanpa terputus

b. Lakukan tidur singkat setelah makan siang (sekitar 30 menit)


6. Pernapasan dan meditasi

a. Bermeditasi

b. Berpikiran positif

c. Kenakan pakaian longgar yang tidak menyesakkan napas

7. Kebahagiaan dan cinta

a. Kebahagiaan dan cinta akan meningkatkan faktor enzim tubuh, terkadang bagai keajaiban

b. Luangkan waktu untuk sikap menghargai

c. Hidup penuh semangat dan hadapi hidup, pekerjaan dan orang-orang yang Anda cintai dengan sepenuh hati.


Sabtu, 27 Juni 2009

Pestisida Dalam Makanan


Pestisida Dalam Makanan
PESTISIDA yang seharusnya untuk membasmi serangga dan hama tanaman, nyata-nyata banyak pula meracuni manusia. Keracunan yang dikarenakan tidak disadari, kebanyakan akibat pemakaian pestisida di lapangan dan di dalam rumah.
Korban keracunan di lapangan sudah tentu adalah para petani atau keluarganya, sedangkan korban keracunan di dalam rumah, siapa lagi kalau bukan mereka yang dengan gegabah menggunakan pembasmi serangga serta mereka yang tidak sadar bahwa beberapa jenis bahan pangan yang mereka beli dari pasar, khususnya buah dan sayuran, mungkin saja mengandung residu pestisida yang membahayakan.
Pestisida juga bisa saja nyasar ke dalam makanan, akibat tindak keteledoran para petani sayur dalam memperlakukan pestisida dengan dosis yang berlebih. Entah karena tidak tahu atau ndableg, merupakan kelaziman bahwa petani kita masih ada saja atau suka menyemprotkan pestisidanya sehari sebelum panen. Sebenarnya penyemprotan tanaman yang mau dipanen mestinya sudah harus dihentikan pada dua minggu hingga sepuluh hari sebelum dipanen.
Tenggang waktu tersebut diperlukan untuk memberikan kesempatan pestisida agar mengalami penguraian sehingga dalam kadar residu yang tidak membahayakan. Makin banyak petani menggunakan dosisnya sudah tentu memerlukan tenggang waktu makin lama. Tetapi kalau petani menyemprotnya baru dua atau tiga hari, itu sama artinya dengan meracuni mereka yang akan menyantap hasil panennya.
Berbagai penelitian para ahli membuktikan, di dalam sayuran yang menggunakan penyemprotan pestisida, ditemukan berbagai jenis residu seperti aldrin, diazinon, dieldrin, finitrothion, fenfoat, dan khlorpyrifos.
Walaupun kadar residu yang ada dalam buah dan sayuran tidak tinggi (masih dibawah nilai ambang yang diperbolehkan), namun bukan berarti tak perlu diwaspadai. Sebab meski yang masuk ke dalam tubuh kita dalam jumlah rendah, toh kalau hal itu berlangsung terus menerus pada gilirannya bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Efek samar
Para ahli menyebut efek samar atau subklinik untuk jenis keracunan seperti ini. Diperkirakan, jumlah masyarakat yang terkena efek ini sangat besar, khususnya di daerah pedesaan, yang notabene masih menggunakan sumber air sembarangan. Selain menempel di tanaman, residu pestisida juga banyak yang sampai ke air dan tanah. Di sini pestisida berpengaruh pada biota air dan tanah, serta tentu saja manusia jika memang menggunakan air tersebut.
Sungguh mengerikan akibat yang bisa timbul oleh efek samar ini yaitu dengan kemungkinan munculnya kerusakan hati, ginjal, paru-paru, kelumpuhan, menjadi steril dan bahkan kerusakan otak.
Ada dua jenis keracunan yang di akibatkan oleh pestisida, yaitu keracunan akut dan sedang. Sesuai namanya, keracunan akut adalah akibat mengkonsumsi residu pestisida (pestisida) dalam jumlah banyak sekaligus. Tentu fatal akibatnya, karena bisa mematikan. Sedangkan keracunan sedang, biasanya korban tidak sampai dibawa ke Puskesmas atau rumah sakit karena gejala umumnya hanya sub-klinis, seperti pusing-pusing, mual atau berkeringat berlebihan.
Mengurangi residu
Ada beberapa langkah untuk mengurangi residu yang menempel pada sayuran, antara lain dengan mencucinya secara bersih dengan menggunakan air yang mengalir, bukan dengan air diam. Jika yang kita gunakan air diam (direndam) justru sangat memungkinkan racun yang telah larut menempel kembali ke sayuran.
Berbagai percobaan menunjukkan bahwa pencucian bisa menurunkan residu sebanyak 70 persen untuk jenis pestisida karbaril dan hampir 50 persen untuk DDT. Mencuci sayur sebaiknya jangan lupa membersihkan bagian-bagian yang terlindung mengingat bagian ini pun tak luput dari semprotan petani. Untuk kubis misalnya, lazim kita lihat petani mengarahkan belalai alat semprot ke arah krop (bagian bulat dari kubis yang dimakan) sehingga memungkinkan pestisida masuk ke bagian dalam krop.
Selain pencucian, perendaman dalam air panas (blanching) juga dapat menurunkan residu. Ada baiknya kita mengurangi konsumsi sayur yang masih mentah karena diperkirakan mengandung residu lebih tinggi dibanding kalau sudah dimasak terlebih dulu. Pemasakan atau pengolahan baik dalam skala rumah tangga atau industri terbukti dapat menekan tekanan kandungan residu pestisida pada sayuran.
Tanda keracunan
Apakah semua sayuran yang ada di pasar mengandung residu pestisida? Tentunya kita harapkan tidak demikian adanya, namun kita tetap perlu waspada. Tanda orang yang keracunan pestisida dalam jumlah cukup tinggi bermacam-macam, tergantung jenis pestisida yang digunakan. Namun, pada umumnya berupa sakit kepala, pusing, mual sampai muntah, gemetar, kejang, penglihatan kabur, berair liur banyak, bahkan ada yang sampai kehilangan kesadaran.
Akan halnya keracunan samar-samar, gejala agak sulit dideteksi karena masuknya residu itu secara sedikit-sedikit tetapi berkepanjangan. Namun, yang jelas, kita harus waspada karena bahan aktif pestisida tidak terbuang ke luar melainkan cenderung berakumulasi, terikat dalam jaringan tubuh. Akumulasi yang terus menerus akan menyebabkan bersirat karsinogenik alias berpotensi memicu timbulnya kanker atau tumor. Akumulasi bahan aktif pestisida dalam tubuh juga memungkinkan lahirnya kerusakan hati, ginjal dan paru-paru.
Sayur-sayuran memang diperlukan tubuh untuk mencukupi kebutuhan kita akan berbagai mineral dan vitamin penting. Tetapi, karena di sana ada bahaya, kehati-hatian sangatlah dituntut dalam hal ini. Ada baiknya memang kalau kita tahu dari mana sayur itu dihasilkan. Tetapi paling aman pastilah kalau kita menghasilkan sayuran sendiri, dengan memanfaatkan pekarangan rumah, dengan pot sekalipun. ( Rudi Setiadi dan Eulis Kuraesin, A.Ma.Pd.)
Sumber: www.pikiran-rakyat.com
Puasa Bersihkan Racun Tubuh
Sebagai ibadah, puasa bulan Ramadhan, sangat besar manfaatnya. Bagi kesehatan pun demikian. Puasa memberikan istirahat atau mengurangi beban kerja organ-organ tubuh. Puasa pun membersihkan tubuh dari berbagai jenis racun dan membantu proses penyembuhan macam-macam penyakit. Demikian Prof.DR.Made Astawan, Ahli Teknologi Pangan dan Gizi dalam sebuah tulisannya di Kompas Cyber Media (KCM).
Kesibukan demi kesibukan telah kita lakukan pada setahun terakhir hidup ini. Pekerjaan sering mendapatkan prioritas utama dan dengan porsi waktu paling besar dalam kehidupan kita sehari-hari. Meskipun bekerla adalah ibadah, alangkah lebih baiknya jika ibadah yang lain juga dikerjakan dengan baik dan tulus, termasuk ibadah puasa.
Bulan suci Ramadan telah datang kembali menghampiri kita. Puji syukur patut kita panjatkan ke hadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan dan umur panjang untuk bertemu kembali dengan Man yang penuh barokah, pahala, dan pengampunan ini. Demikian pentingnya momen ini, sehingga kitapun harus penuh persiapan dan niat baik untuk menyambut dan menjalankannya secara ikhlas.
Ramadan merupakan ajang ‘pengendalian diri terhadap segala nafsu, yang dapat menjerumuskan kita ke keadaan yang tidak terpuji. Salah satu dari nafsu tersebut adalah nafsu makan. Makan itu sendiri adalah suatu kegiatan ibadah untuk menciptakan tubuh yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, insyaAllah jiwa kita juga akan menjadi sehat sehingga dapat melakukan ibadah dengan lebih baik. Demikianlah satu ibadah akan menunjang pelaksanaan ibadah-ibadah yang lain, secara kait-mengait.
Kenyang Sumber Penyakit
Walaupun makan adalah suatu ibadah, makan yang berlebihan dan tak terkendali sangat tidak dianjurkan dalam Islam. Bagaimanapun, kapasitas lambung kita sangat terbatas. Dengan terbatasnya ruang lambung tersebut, Rasulullah SAW menganjurkan agar kita mengisinya secara proposional dengan sepertiga padatan (Makanan), sepertiga cairan (minuman) dan sepertiga udara untuk pernapasan. Secara ilmiah dan medis pun diakui bahwa komposisi itu adalah yang paling ideal.
Pertanda bahwa ruang lambung kita sudah hampir penuh atau hampir kosong adalah timbulnya rasa lapar dan haus, atau kenyang. Di otak kita terdapat pusat kendali lapar, haus, dan kenyang, yang ketiganya sangat sensitif dan selalu memberikan sinyal kepada tubuh untuk melakukan aksi responsif. Sensitivitas tersebut harus dijaga agar kita tidak menyiksa tubuh sendiri, baik siksaan akibat kelaparan maupun kekenyangan.
Anjuran agar kita makan jika sudah ada perasaan lapar dan berhenti makan sebelum kenyang, merupakan cara terbaik untuk menjaga sensitivitas tubuh. Konsep berhenti makan sebelum kenyang juga sejalan dengan Surat Al A’raf ayat 31 yang berbunyi, "Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan. " Makan secara berlebihan hingga perut sesak tidak diperkenankan dalam Islam. Seperti yang dikatakan oleh AlGazali, bahwa keadaan kenyang mengajak kepada bergeloranya syahwat-syahwat yang rendah dan menggerakkan berbagai penyakit di dalam tubuh. Rasullullah SAW pernah bersabda, "perut itu adalah rumah segala penyakit, dan membatasi atau menjaga makan adalah awal dari pengobatan, sedangkan permulaan segala penyakit adalah mengisi perut berlebih-lebihan.
Puasa sebagai Terapi
Tidak ada keraguan bahwa puasa itu menyehatkan bagi tubuh kita. Sebagaimana dinyatakan dalam surat Al Baqarah 184, yaitu "berpuasa lebih baik bagimu". Rasullulah SAW juga pernah bersabda "shumu tushihu" yang berarti "puasalah, niscaya kamu sehat".
Puasa dalam ajaran agama Islam adalah merupakan tindakan menahan hawa nafsu (termasuk makan, minum dan sanggama), sejak waktu imsak hingga waktu berbuka puasa tiba. Niatnya semata-mata karena ibadah kepada Allah SWT. Dari aspek gizi, puasa dapat mengurangi asupan zat-zat gizi, terutama energi, sekitar 20-30 persen.
Namun dari aspek kesehatan, puasa ternyata memberi manfaat kesehatan terhadap tubuh pelakuknya. Bahkan di negara-negara maju, puasa dijadikan sebagai salah satu upaya terapi (fasting therapy) untuk penyembuhan beberapa penyakit, khususnya penyakit akibat kelebihan makan.
Makan Sumber Racun
Makan dan minum wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan gizi sehari-hari agar kita tetap hidup dan sehat. Namun, selain memasok zat gizi, makanan dan minuman juga membawa bahan toxik yang kemudian tertimbun di dalar tubuh selama bertahun-tahun.
Akumulasi senyawa toxik tersebut merupakan bom waktu bagi meletusnya berbagai penyakit. Cepat dan lambatnya hal tersebut terjadi sangat be kaftan dengan sistem imuniti tubuh dan status gizi seseorang.
Bahan toxik yang terbawa oleh makanan bisa bersumber dari lima hal, yaitu
(1) Secara alami terdapat di dalam makanan itu sendiri, seperti antitripsin pada kedele, asam jengkolat pada jengkol, dan hemaglutinin pada kacang-kacangan mentah.
(2) Akibat reaksi-reaksi kimia dari komponen pangan yang terjadi selama proses pengolahan dan penyimpanan.
(3) Akibat penambahan senyawa tertentu selama proses pengolahan pangan, misalnya penggunaan bahan tambahan pangan (food additives) secara berlebih atau penggunaan senyawa kimia yang beracun.
(4) Akibat migrasi senyawa beracun dari wadah/kemasan ke dalam makanan, misalnya monomer dari plastik atau logam best dari koran bekas.
(5) Akibat kontaminasi dari lingkungan yang tidak sehat, berupa kontaminasi senyawa kimia yang beracun atau mikroba penghasil racun.
Unsur toxik tersebut menjadi beban, sehingga tubuh dipaksa untuk bekerja melampaui batas kemampuannya. Akibatnya, kemampuan untu sehat kembali (recovery) menjadi kian terbatas. Karena itu, sekali waktu kita perlu ‘berpuasa" untuk membuat bahan-bahan beracun yang bisa menganggu sel, jaringan dan organ dalam tubuh. Begitu racun berhasil dilepaskan, tubuh akan punya kesempatan untuk sehat kembali.
Dari sudut pandang tersebut, puasa Senin-Kamis sangat bermanfaat untuk kesehatan. Demikian juga dengan puasa wajib Ramadhan dan puasa sunah lainnya. Hasil dari beberapa kajian ilmiah menunjukkan puasa terbukti aman bagi siapa saja. Puasa sangat efektif untuk tujuan membersihkan bagian dalam tubuh, regenerasi sel, dan peremajaan tubuh. Karena itu, puasa sebaiknya dilakukan secara teratur dan berkala.
Dengan berpuasa, secara otomatis kita telah mengurangi asupan makanan berlemak dan makanan tinggi kalori, nikotin, alkohol, kafein, gala, susu, daging, dan telur. Selain itu, berpuasa juga akan membatasi pemasukan garam dan bumbu yang mengandung monosodium glutamat (MSG), zat pemanis buatan, zat pewarna sintetik, zat pengawet kimia, bahan-bahan lain yang tidak dibutuhkan oleh tubuh.
Perlu Detoxifikasi
Detoxifikasi dapat diartikan sebagai pembersihan tubuh bagian dalam, terutama sistem pencernaan, terhadap berbagai jenis racun. Secara alamiah, usus besar (kolon) merupakan pusat kotoran, sehingga wajar kalau organ tersebut tidak bisa bersih 100 persen. Dengan berpuasa, usus menjadi tidak penuh seperti biasanya. Kosongnya usus akan mengurangi peluang kontak antara senyawa beracun (toxin) dengan usus, sehingga dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit, terutama kanker kolon. Kanker koIon timbul akibat terjadinya kontak secara terus-menerus antara senyawa karsinogenik (penyebab kanker) dengan dinding kolon.
Salah satu dampak negatif dari makan yang berlebih adalah menumpuknya racun (toxin) di dalam tubuh. Racun tersebut merupakan salah satu metabolit dari proses metabolisme normal di dalam tubuh. Organ tubuh yang harus bekerja keras untuk mengatasi toxin tersebut adalah hati.
Hati harus melakukan proses detoxifikasi (penawaran racun) agar tidak meracuni tubuh. Kemampuan hati sangat tergantung dari toxin yang harus dilumpuhkan. Jika jumlah toxin berlebih karena pola makan yang selalu berlebih, hati tidak akan mampu untuk menetralkannya.
Ketidakmampuan hati untuk menetralkan racun menyebabkan racun tersebut akan terbawa oleh aliran darah ke berbagai sel dan organ tubuh lainnya. Hal itulah yang akan menimbulkan berbagal penyakit pada berbagai organ. Organ hati, yang merupakan pusat detoxifikasi, tidak luput dari serangan toxin yang berlebih tersebut. Salah satu - dampaknya bisa menyebabkan sirosis hati, yaitu matinya sel-sel hati sehingga jaringannya mengeras.
Ketika seseorang berpuasa, terjadilah proses pengeluaran zat-zat beracun dalam tubuh (detoxifikasi) yang bersifat total dan holistik (menyeluruh). Artinya, tujuan pembersihan bukan hanya menyangkut kepentingan fisik, tetapi juga mencakup pembersihan dan peningkatan energi dalam jiwa dan pikiran. Puasa dapat membantu mengendalikan stres dan memberi ketenangan jiwa dan juga dapat menjadi terapi penyakit tertentu, seperti depress, hipertensi, kanker kardiovaskular, sakit ginjal, atau diabetes melitus.
Sumber: Banjarmasin Post, Rabu, 05 Oktober 2005

Kamis, 25 Juni 2009

SUSU KEDELAI MELILEA



Melilea Susu Kedelai Bubuk

Minuman Kesehatan untuk Gaya Hidup Aktif


Memperkenalkan minuman instant Melilea Susu Kedelai Bubuk kualitas terbaik, Kacang kedelai yang berasal dari Heilong Jiang Cina telah terkenal diseluruh dunia dengan kualitas terbaik karena berasal dari lingkungan tanah yang subur dan air yang bebas dari polusi, selain itu iklim yang sesuai juga merupakan salah satu penyumbang terhadap kualitas kacang kedelai yang diproduksi dikawasan ini.

Rasa berbeda tanpa bahan pengawet dengan proses pembuatan yang unik dan kualitaskacang kedelai yang baik, serta kupas kulit dan lepas biji kacang membuat kadar purin berkurang. Kebaikan dan nilai gizinya tetap dijaga tanpa tambahan bahan pengawet. Minuman Instan Melilea Susu Kedelai Bubuk dengan rasa lembut dan asli tanpa rasa langu.

Kacang kedelai,terkenal dengan nilai gizinya yang tinggi, mengandung protein lengkap dan mengandung 8 asam amino yang penting dan diperlukan oleh tubuh manusia. Tidak seperti makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan tidak dapat dicerna khususnya pada makanan hewani, kacang kedelai tidak mengandung kolesterol, mempunyai rasio kalori yang rendah dibandingkan protein dan sebagai makanan yang tidak menggemukan. Kacang kedelai juga mengandung kalsium, besi, potassium, phosphorous,kaya vitamin B kompleks

Cara penyajian Mellea Soyabean Powder :

Campurkan 3 atau 4 sendok susu kedelai bubuk instant kedalam satu gelas air hangat kuku atau dingin lalu dikocok 5 /7 kali pakai gelas shaker

Melilea Susu Kedelai cocok dikonsumsi :

1. Penderita penyakit maag, saat penyembuhkan penyakit diabetes, ginjal, anemia, rematik, diare, hepatitis, hipertensi,mencegah osteoporosis (pengeroposan tulang) dan menurunkan berat badan

2. Bayi: sangat sesuai bagi bayi yang mempunyai masalah sistem pencernaan dan alergi terhadap susu sapi.

3. Anak anak: Memberikan makanan yang bergizi untuk memperkuat daya ingat serta meningkatkan pertumbuhan badan.

4. Wanita Hamil: membantu memberikan gizi yang mencukupi serta kalsium dan protein baik untuk Ibu maupun bayinya.

5. Remaja dan Dewasa: Membantu menurunkan kolesterol serta memberikan gizi yang diperlukan.

6. Lanjut Usia: Membantu menghasilkan tenaga dan meningkatkan kesehatan secara umum

Perbandingan Kandungan Susu Sapi dengan Susu Kedelai



Keunggulan dan Manfaat Kandungan Susu Bubuk Kedelai Melilea

Protein Tumbuhan

1. Setiap 100 gram Susu Kedelai Bubuk Melilea mengandung 23 gram protein.

2. Mengandung 22 jenis asam amino, termasuk asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh.

3. Omega 6 dan omega 3.

4. Protein Disgestibility Amino Acid Score (PDCAAS) = 1.0.

Isoflavon

Sejenis phytonutrien yang strukturnya sama dengan struktur estrogen

1. Setiap 100 gram Susu Kedelai Bubuk Melilea mengandung 23 gram protein.

2. Mengandung 22 jenis asam amino, termasuk asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh.

3. Omega 6 dan omega 3.

4. Protein Disgestibility Amino Acid Score (PDCAAS) = 1.0.

Mineral

1. Kalsium, magnesium, zat besi, potassium, fosfor, selenium, dan zink. Kalsium membantu meningkatkan kekuatan tulang serta mencegah osteoporosis.

2. Selenium adalah antioxidan yang membantu kita mengoksidasi lemak dari sel tubuh.

Lesitin

1. Menurunkan LDL.

2. Mengurangi risiko serangan jantung dan tekanan darah tinggi.

3. Menguatan sel tubuh.

4. Membantu dalam perkembangan sel otak.

Saponin

Mengurangi pengumpulan radikal bebas yang menyebabkan risiko kanker.

Dalam satu butir biji kacang kedelai mengandung :

1. Karbohidrat ……………………… 15 %

2. Protein …………………………….. 38 %

3. Asam Lemak Tak Jenuh …. 18 %

4. Vitamin B dan D

5. Mineral

6. Kelembaban (air) ……………. 10 %

7. Serat (fiber) ……………………. 15 %

8. Bahan Bioaktif

CARA KONSUMSI GFO

CARA KONSUMSI GFO & SOYA : Secara Umum
Siapkan Shaker (Gelas Kocok) dan Air Biasa/Dingin 250ml/ 300 ml (jangan menggunakan air panas & jangan di anduk menggunakan sendok sebab akan menggumpal)

Kalau GFO di campur dgn Soya/Juice, caranya Masukan dulu 2 sendok makan soya atau 2 Sendok Takar Juice MELILEA kedalam Air tsb. lalu kocok 5-7 kali, setelah larut baru masukin GFO nya, 1 sendok Takar GFO Besar atau 2 Sendok Takar GFO Kecil kedalam air tsb. kemudian di shaker 5-7 kali dan langsung di Minum.

MINUM 1 GELAS AIR PUTIH ½ JAM SETELAH KONSUMSI GFO, DI SARANKAN KONSUMSI AIR PUTIH 3 LTR PER HARI UNTUK HASIL YANG OPTIMAL
*Dalam botol GFO dan JUICE sudah tersedia sendok takarannya (kecuali soya)
3 TAHAP DIET ORGANIK

1. Sebelum Berpuasa ( 2 hari)
2. Saat berpuasa (3 hari - 7 hari)
3. Setelah berpuasa (2 hari)
TAHAP Pertama : Persiapan sebelum berpuasa
Dua hari Sebelum berpuasa sebaiknya kita mempersiapkan diri dengan mengatur pola makan. Tetap makan nasi namun porsinya di kurangi menjadi ½ porsi dari biasanya.

Makanan yang sebaiknya di konsumsi pada tahap ini :
• Makan sayur-sayuran dan buah-buahan segar
• Makan makanan yang tidak berminyak
• Makan ½ porsi dari biasanya.
Makanan yang sebaiknya di hindari
• Makanan yang di proses berlebihan, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kalori
• Rokok, alkohol, kopi dan makanan ringan
• Makanan yang di asap, di goreng dan di panggang
Tetap makan GFO 3 kali / hari namun porsinya ½ sendok GFO Besar & 1 Sendok GFO Kecil (GFO di konsumsi sebelum makan nasi)

TAHAP Kedua: Tahap berpuasa
Puasa di sarankan 3 hari saja, kalau kuat bisa di lanjutkan sampai 7 hari. (di sesuaikan dengan kemampuan). Puasa artinya hanya tidak makan nasi, namun tetap makan GFO kalo lapar boleh makan sayur dan buah

Yang harus di lakukan selama berpuasa
• Konsumsi air putih jangan kurang dari 3 liter perhari
• Makan GFO 3 kali/hari ( 2 Sendok utk GFO Kecil & 1 Sendok untuk GFO Besar) atau kalau lapar boleh makan GFO kapan saja.
• Minum jus buah-buahan dan sayuran atau minum susu soya melilea
• Makan buah segar seperti : Apel, Pir, Jambu Batu, Jeruk dsb.
Makanan yang sebaiknya di hindari
• Makanan yang di proses berlebihan, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kalori
• Rokok, alkohol, kopi dan makanan ringan
• Makanan yang di asap, di goreng dan di panggang
TAHAP Ketiga : Setelah Berpuasa
Ini merupakan tahap penentu keberhasilan program diet organik. Pada tahap ini kita sudah boleh mengkonsumsi Nasi namun tetap porsinya di kurangi dulu, hanya ½ porsi.

Makanan yang sebaiknya di konsumsi pada tahap ini :
• Makan sayur-sayuran dan buah-buahan segar
• Makan makanan yang tidak berminyak
• Makan ½ porsi dari biasanya.
Makanan yang sebaiknya di hindari
• Makanan yang di proses berlebihan, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kalori
• Rokok, alkohol, kopi dan makanan ringan
• Makanan yang di asap, di goreng dan di panggang
SELANJUTNYA…
Setelah melakukan tiga tahap tersebut, selanjutnya tetap konsumsi GFO sebagai pengganti makan, PAGI/SIANG/MALAM artinya di saat tidak makan nasi bisa di ganti hanya dengan mengkonsumsi GFO. (minimal sehari 1 kali konsumsi GFO).
PAGI SIANG SORE
GFO + SOYA Nasi GFO + SOYA
GFO + SOYA GFO + Nasi GFO + SOYA
GFO + NASI GFO GFO + SOYA
• 1 x makan GFO = Rp7500 s.d Rp9000 (Hemat uang belanja dan tidak perlu beli supplement)
• Yang ingin Langsing - Sebaiknya di konsumsi sebelum makan nasi (Setelah Diet Organik)
• Yang ingin menaikan berat badan – Sebaiknya di konsumsi setelah makan nasi (Setelah Diet Organik)
• Yang ada penyakit setelah Diet Organik Boleh tingkatkan Konsumsi GFO sampai 5 x / hari.

Buatlah diari/jadwal khusus Diet Organic apakah setiap bulan atau per dua bulan. Banyak manfaat kesehatan yang anda peroleh, umumnya wajah akan kelihatan lebih bersih, segar, cantik dan awet muda, yang ada penyakit harap bersabar karena proses penyembuhan membutuhkan waktu yang tidak cepat, namun jika di konsumsi secara Teratur dan Rutin penyakit bisa SEMBUH secara alami!


Beberapa gejala setelah mengkonsumsi GFO ( hanya 1 smp 2 hari saja, tapi kalau memang tubuh bermasalah bisa sampai 1 minggu)
- Sakit kepada
- Sensitivitas meningkat ( suara, sentuhan, bau )
- Selaput putih pada lidah menebal
- Mulut dan nafas, tubuh ataupun urine menjadi bau
- Rasa haus
- Mens tidak habis selama 2 minggu
- Mual, muntah Dsb nya.
- Sembelit

Sebuah gejala yang timbul adalah merupakan tanda bahwa reaksi tubuh anda dalam proses detoks dan proses metabolisme pada setiap orang berbeda-beda, tidak perlu khawatir sebab gejala tersebut adalah reaksi positif. ( pencegahan dengan minum air yang banyak ).

Satu hal yang paling penting, dengan mengkonsumsi GFO sama dengan anda memasukan Dokter ke dalam tubuh (dapat mengetahui kondisi tubuh anda yang bermasalah) sehingga jika anda mempunyai masalah kesehatan GFO seolah-olah akan menimbulkan kembali tubuh anda yang bermasalah.

Contoh jika anda mempunyai masalah di mata, maka akan timbul gejala-gejala di mana mata akan terasa sakit, Jika anda mempunyai masalah sakit kepala seperti migrain maka kepala anda akan pusing sebelum akhirnya akan sembuh secara alami. JADI TIDAK PERLU KHAWATIR artinya tubuh anda beraksi secara positif dan akan terjadi proses penyembuhan.

Rabu, 24 Juni 2009

MELILEA HIDUP ORGANIK



MELILEA HIDUP ORGANIK

Gaya hidup organik adalah kunci Hidup Sehat, Penyembuhan Alami dan Panjang Umur :

  1. Hidup harmoni dengan alam
  2. Banyak minum air putih
  3. Sinar matahari dan udara segar yang cukup
  4. Olahraga untuk kesehatan dan panjang umur
  5. Kontrol emosi dan tingkah laku yang baik untuk mengurangi tekanan
  6. Hindari rokok, minuman beralkohol dan obat-obatan terlarang
  7. Mengkonsumsi makanan organik yang tidak tercemar

Melilea Greenfield Organic merupakan Sayuran organik yang cocok untuk menjalankan Gaya Hidup Organik, karena Melilea Sayuran Organik ditanam dan diperlakukan secara hati-hati, mulai dari lokasi perkebunan yang berjarak 30 km dari pusat keramaian. Pertanian organik memerlukan tanah yang bebas dari pencemaran, sebelum bercocok tanam dibiarkan selama 2 -7 tahun untuk memastikan tanah terbebas dari pencemaran kimia atau alam sekitar. Penanaman tidak menggunakan pupuk buatan, pestisida, penyuntikan dengan obat perangsang atau bahan tambahan untuk merangsang pertumbuhan dan terbebas dari polusi udara. Tahapan-tahapan seperti menanam, menuai, memproses dan mengemas termasuk produksi, diawasi secara ketat untuk menghindari kontaminasi bahan kimia seperti pewarna, bahan pengawet dan penstabil serta zat tambahan lainnya. Semuanya itu menjadikan Greenfield Organic dianugerahkan penilaian 5 (lima) bintang (tertinggi) oleh Organic United Nation Friendship Association (OUNFA).

Melilea Greenfield Organic merupakan sayuran organic dalam bentuk bubuk (powder) warna hijau dan telah dipatenkan dengan merk Melilea Greenfield Organic. Dibuat tanpa bahan pengawet, perasa, pewarna, sehingga aman dikonsumsi bahkan untuk bayi usia 3 bulan ke atas..
GreenField Organic diproduksi oleh Greenfield USA Corporation dengan No.Register 00223706 di Department of Health Services, Food and Drug branch, State of Califonia. Di Indonesia sudah teregister di POM dgn No.Register ML 251204001578 dan telah mendapatkan Sertifikasi Halal.

Melilea Greenfield Organic dikemas dalam botol plastik tebal ini mendapat predikat Superbrand di Malaysia, sebuah penghargaan atas kualitas dan kepercayaan masyarakat di negeri jiran. Sejak September 2006, sayur organik kemasan ini masuk ke Indonesia

Lazimnya, sayuran yang kita beli di pasar atau supermarket harus dicuci dan dimasak terlebih dulu sebelum dimakan. Namun, sebuah revolusi ilmu pengetahuan telah menciptakan sayur-sayuran dalam bentuk serbuk. Yang menarik, sayuran berbentuk bubuk ini membuat hidup semakin praktis karena tak perlu susah payah belanja di pasar dan memasak.

Dalam sebotol Melilea Greenfield Organic, terkandung lebih dari 20 macam sayuran dan buah-buahan: Butiran Emas (beras merah, gandum, jagung manis, barley), beta karoten (4 jenis wortel), seledri, selada air, lesitin, bayam, parsley, kubis (kubis Brussels, kubis daun, kubis kuning dan kubis merah), celeriac, kedelai, jahe, strawberry, dulse, pepaya, oatmeal, spirulina, rempah-rempah,dan jeruk.

Manfaat sayuran dan buah-buahan yang terkandung dalam sebotol Melilea Greenfield Organic ;

Butiran Emas ; Kaya akan serat yang merangsang peristalsis dan membantu dalam fungsi-fungsi pencernaan dan pembuangan. Biji-bijian ini memiliki daya serap kuat, bersifat mengenyangkan sehingga membantu dalam proses penurunan berat badan dan membakar lemak dalam tubuh, mengandung anti kanker dan anti oksida.

Beta Karoten ; mengandung vitamin A, mencegah kanker dan kerusakan akibat pengoksidasian sel-sel, memperpaiki penglihatan, melegakan sembelit, membantu menyembuhkan diare dan memperkuat metabolisme tubuh dan sistem kekebalan tubuh.

Seledri ; mengurangi rasa sakit, meningkatkan nafsu makan, meningkatkan fungsi pencernaan dan metabolisme tubuh, mencegah penyakit jantung, mengembangkan otot licin pembuluh darah untuk mengurangi tekanan darah dan penyakit Alzheimer (Parkinson).

Selada Air ; berkhasiat dan merendahkan resiko pengidap kanker paru-paru, mengikat asap tembakau yang memasuki paru-paru, sekaligus menghalangi peningkatan nikotin didalam tubuh.

Lesitin ; merangsang kelenjar-kelenjar dari sel tubuh, mengatur keseimbangan hormon, mempunyai efek pengemulsian lemak, membantu penyerapan vitamin A, D, E & K. berkhasiat menjegah penuaan kulit, melindungi kulit dari kekasaran dan menghilangkan noda-nodanya, mencegah pengerasan pembuluh darah dan melindungi sel-sel otak sehingga meningkatkan daya ingat.

Bayam ; kaya akan nutrisi yang dapat mengatasi kekurangan darah, besi, kalsium, kalium, magnesium, asam folik, riboflavin (vitamain B2), melancarkan aliran darah, mengaktifkan pembuluh darah, menambah vitamin A, C dan selenium yang berkhasiat mencegah sel-sel dari kanker.

Parsley ; kaya akan mineral, termasuk kalsium, fosforus besi, vitamin A, B1, B2 dan selulos, membantu sistem arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi) pencernaan dan metabolisme dalam tubuh.

Kubis ; sayuran ini kaya akan karotin, kerotina, vitamin P, B, C dan nutrisi anti kanker seperti indoles dan selenium, juga dapat menghilangkan racun, membunuh bakteri, menghentikan pendarahan dan melegakan sembelit.

Celeriac ; bermanfaat dalam detoksifikasi dan menguatkan otak, mencegah dan mengatasi arteriosclerosis (penyempitan pembuluh nadi), apoplexy cerebrum (penyakit ayan), mengatasi alveolus ichorrhea (paru-paru), serta membantu penyakit mata, mengandung bahan oxyacetylene’s yang berkhasit mencegah pertumbuhan tumor

Kacang Kedelai ; kaya akan protein yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan vitalitas, membantu menyeimbangkan ph tubuh, mengatur kelembaban, menghasilkan anti bodi, mengencerkan pembekuan darah, dan memperlancar ASI.

Jahe ; dapat meringankan gejala-gejala influenza, melegakan peradangan kulit dan masalah pencernaan.

Strawberi : Seorang ahli Herbal dari Swedia telah membuktikan bahwa strawberi dapat menyembuhkan penyakit persendian/encok, sedangkan Ilmuan Amerika telah menemukan bahwa strawberi merupakan salah satu nutrisi terbaik dalam mengurangi resiko penyakit kanker.

Dulse ; mencegah tekanan darah tinggi, kencing manis, penyakit syaraf dan kanker usus besar dan juga memelihara kesehatan gigi, kecantikan rambut dan kulit.

Pepaya ; membantu melancarkan pencernaan, menyerap protein asli, dan meningkatkan fungsi fisiologi, mengandung enzim untuk mengurangi asam amino.

Gandum ; membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyakit jantung, dan tekanan darah tinggi, mengandung vitamin B dan mineral, membantu menyembuhkan wasir, sembelit dan memperlambat proses penuaan, melembutkan dan melicinkan kulit.

Spirulina ; sejenis tumbuhan mikroskopik yang kaya dengan kombinasi nutrisi lengkap yang diperlukan oleh tubuh manusia. Spirulina banyak mengandung protein, vitamin, klorofil, beta karoten dan mineral lain yang diperlukan untuk asupan harian. Pemakaian jangka panjang dapat meningkatkan potensi energi dan ketahanan tubuh, memperbaiki keseimbangan hormonal, menetralkan kadar pH tubuh dan mencegah berbagai penyakit.

Rempah-Rempah ; banyak mengandung serat dan mineral-mineral minor, membantu membersihkan usus besar dan proses detoksifikasi.

Jeruk ; menguatkan organ hati, kaya vitamin P yang dapat mencegah penyakit kanker, asma dan bronchitis, mencegah tumbuhnya infeksi serta meningkatkan antibody tubuh.

Melilea Greenfield Organic Cocok Untuk :

  1. Mereka yang sadar bahwa produk makanan yang menggunakan pestisida dan pupuk kimia membahayakan kesehatan.
  2. Mereka yang punya penyakit sembelit dan wasir
  3. Mereka yang terlalu gemuk dan ingin melangsingkan badan.
  4. Mereka yang lemah lesu dan ingin menambah berat badan.
  5. Wanita yang mengalami nyeri dan haidnya tidak teratur.
  6. Wanita yang telah putus haid / menopause
  7. Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan tekanan darah rendah.
  8. Mereka yang memiliki kolesterol tinggi.
  9. Mereka yang mengidap penyakit ginjal.
  10. Penderita hepatitis dan gagal fungsi hati.
  11. Mereka yang usus besarnya tidak berfungsi normal.
  12. Mereka yang mengalami pengerasan pembuluh darah.
  13. Mereka Pengidap penyakit kencing manis, nyeri tulang/sendi, tumor, kanker, varises, epilepsy, impoten, penyakit kulit (flex, jerawat, kurap, kudis)
  14. Mereka yang ingin tetap cantik jelita.
  15. Mereka yang sadar akan detoksifikasi (buang toksin) dan menjaga kesehatan yang baik.
  16. Mereka yang ingin memperbaiki kondisi tubuh, tetapi enggan minum obat dan menjalani operasi.
  17. Mereka yang sadar bahwa makanan organic penting untuk kesehatan

Cara Kerja Melilea Greenfield Organic

Bagaimana cara kerja Melilea Greenfield Organic? Sayuran yang mengandung lebih dari 20 jenis tanaman ini akan mengental seperti gel saat berada dalam usus. Saat itulah ia menempel didinding usus dan men arik racun (toksin) yang menempel dan mengendap menjadi kerak. Tak hanya toksin yang ditarik, melainkan juga lemak dan kolestrol yang mengotori usus, lalu membuangnya dalam bentuk tinja. Jangan kaget, saat ke belakang, Anda akan mengeluarkan tinja yang panjang tanpa putus, seperti lengket satu sama lain, dan ringan di atas air. Itulah pertanda bahwa toksin dan endapan lemak dalam usus dan lambung telah dibersihkan dalam waktu 4-6 hari. Kotoran dinding usus yg sudah menebal dan mengeras beberapa tahun (selama hidup) akan keluar bersamaan pada saat BAB. Setelah itu anda akan merasakan tubuh yang ringan dan segar. Dalam hitungan belasan hari saja, penyakit yang bertahun-tahun merisaukan Anda akan sirna. Bahkan, kulit Anda akan menjadi lebih halus, cerah, dan sehat, sehingga anda terlihat lebih muda 10 (sepuluh) tahun.

Selasa, 23 Juni 2009

MENGAPA KITA SAKIT



Menurut filsafat penyembuhan organic, diyakini bahwa pada saat kita sakit, kesehatan kita diserang oleh toksin-toksin yang mengendap dalam tubuh kita. Toksin dapat berasal dari udara disekitar kita serta makanan yang kita makan yang mungkin berasal dari sumber-sumber yang telah terkena pencemaran. Makanan-makanan tersebut seringkali mengandung bahan pengawet, pewarna, perasa buatan, hewan ternak dan tumbuh-tumbuhan yang berkembang biak dengan pakan atau pupuk yang berasal dari bahan kimia. Ketika manusia memakan makanan dengan bahan-bahan kimia atau bernafas dalam unsur-unsur tersebut, secara bertahap toksin-toksin akan menumpuk pada organ tubuh anda dan dalam waaktu singkat akan menyerang sel-sel tubuh dan system kekebalan tubuh.
Dalam waktu yang tidak lama toksin/racun akan dapat menemukan jalan masuk kedalam darah, dan menyerang 3 (tiga) fungsi toksifikasi ;
1. sistem pencernaan
( lambung , isi perut, usus kecil dan usus besar)
2. Sistem Penyaringan
( hati, kulit, rahim dan ginjal ).
3. Sistem Endokrin ( kelenjar pineal, kelenjar tymus, kelenjar adrenal, kelenjar tiroid/gondok, kelenjar pankreas dan kelenjar sex.


Penyerangan tersebut akan melemahkan badan yang menyebabkan anda mudah sakit, lesu, lemah dan terjadi penuaan dini, mempengaruhi fungsi sistem pencernaan, membahayakan kesehatan dan dapat menyebabkan sakit yang serius dalam jangka panjang. Para dokter percaya bahwa toksin-toksin yang terkumpul didalam tubuh adalah penyebab utama datangnya penyakit bukannya kuman-kuman. Bakteri atau kuman-kuman hanya berdampak ketika terlalu banyak sisa-sisa pembuangan (toksin) didalam tubuh kita sehingga menyebabkan tubuh kita lemah dan daya tahan tubuh menurun.Sumber penyakit manusia 90% berasal dari Usus (Kolon) yang tidak bersih/tidak sehat. Makanan yang dimakan tiap hari akan meninggalkan sisa pada permukaan dinding usus. Tumpukan sisa makanan mengendap dari waktu ke waktu yang akan menyebabkan toxid (bahan beracun). Selanjutnya toxid (bakteri, fungi, dan parasit) akan masuk ke dalam sistem peredaran darah sehingga menghasilkan toxin(racun) dalam darah.

Sirkulasi yang berulang ini mer
upakan sumber timbulnya berbagai penyakit, antara lain : kanker, tumor, sembelit, wasir, jerawat, stroke, lumpuh, terlalu gemuk dan terlalu kurus, rematik, ngilu-ngilu, lupus, penyakit jantung, bintik-bintik penuaan, flek- flek pada wajah, haid tidak normal, menopause, dan penuaan dini, glukoma, penyakit liver (hati), masalah pada usus dan pencernaan, penyakit maag (lambung), kencing manis (diabetes), penyakit kulit dan alergi, insomnia, sulit tidur.

Para Ahli Menyatakan, sbb ;

  1. Nabi Muhammad SAW bersabda “Sumber dari segala penyakit adalah perut, perut adalah gudang penyakit dan berpuasa itu obat” (H.R. Muslim)

  1. Sir Arbuthnot Lane,M.D – London : “Saya telah mengalami bahwa banyak kasus pembedahan dapat dihindari dengan cara mencuci usus, karena 90% dari penyakit manusia dimasa kini disebabkan oleh usus yang kotor dan tidak berfungsi dengan normal”

  1. Dr.Norman Walker,Dsc, Phd – USA : “Cuci usus akan menghilangkan sembelit, rasa lesu, penyakit lemah pencernaan, sakit sendi, sakit pinggang, perut kembung, kencing manis dan lain-lain”

  1. Henry B Beyler seorang Doktor di USA telah membuat 4 (empat) kesimpulan dari pengalaman beliau dibidang kesehatan selama 55 (lima puluh lima) tahun :
  • Penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin/racun ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri.
  • Dalam banyak kasus penggunaan obat untuk penyembuhan penyakit berbahaya, efek samping dari obat tersebut dapat membawa kematian.
  • Makanan organik adalah pilihan terbaik untuk mengusir penyakit dan menguatkan tubuh.
  • Naturopati memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami, manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus didalam tubuh.